PKM Sastra Inggris UNPAM Gelar Pelatihan Vokal dan Artikulasi Naskah Drama Di Pondok Pesantren Al Ghozali
Published on: 15 Jul 2026

PkM
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu
kegiatan yang mengabdi untuk menerapkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat, dan
salah satu kewajiban Tri Dharma bagi setiap dosen. Dalam kegiatan PKM ini dosen
membentuk tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Sastra Inggris Universitas
Pamulang. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Ghozali
berlokasi di Jl. Permata No.19, RT.06/RW.05, Curug, Kec. Gn. Sindur, Kabupaten
Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari
tanggal 9 Mei hingga 11 Mei 2026.
Ketua pengabdi, Aisyah Al Baroroh, S.S., M.Pd., menilai
bahwa banyak santriwati mengalami permasalahan dalam peningkatan artikulasi
vokal dan serta minimnya kepercayaan diri dari santri di publik. Akibatnya
internalisasi pesan saat melakukan praktik dakwah cenderung tidak terproveksi
dengan optimal kepada audiens, Hal tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa hal.
Pertama, santri di Pondok Pesantren Al Ghozali umumnya
bersal dari latar belakang daerah yang sangat beragam di Indonesia. Sebagian
data dari daerah pedesaan di Banten dan Jawa Barat dengan berbagai dialek
daerah yang kental. Kedua, ada yang berasal dari lingkungan urban perkotaan
yang memiliki gaya bicara yang cepat. Hal tersebut, membuat santri kurang
percaya diri dan takut akan salah ucap atau terdengar aneh saat melafalkan
naskah atau berpidato dalam bahasa indonesia yang baku.
Maka, untuk mengatasi kesulitan dalam artikulasi vokal, tim
PKM memutuskan menggunakan pelatihan Phonetic Clarity dan Vocal
Projection, dan dilakukan secara intensif selama tiga hari. Agar santri
dapat terbiasa dalam melatih artikulasi vokal mereka dan dapat membangun hingga
membentuk kepercayaan diri para santri.
Pada hari pertama, tim pelaksana memfokuskan kegiatan
pelatihan dasar mekanika vokal yang mencakup pernapasan diafragma dan senam
artikulasi fonem. Hari kedua, di mana melakukan kegiatan Workshop naskah
drama, di mana santri melakukan pembedahan teks untuk menentukan penekanan kata
berdasarkan emosi dan karakteristik karakter. Pada hari ketiga, kegiatan
diakhiri oleh dengan melakukan pementasan mini sebagai bentuk hasil kemahiran
dan refleksi bersama untuk mengadopsi prinsip Experiental Learning.
Setelah kegiatan tersebut dilaksanakan, santri terlihat
lebih mudah percaya diri dan mulai terbentuk dalam penggunaan artikulasi dan
pengasahan vokal mereka. Para santri menjadi lebih percaya diri dan lebih aktif
ketika kegiatan berlangsung, dari mengikuti senam artikulasi fonem, antusias
dalam menanyakan pertanyaan seputar materi dan lebih percaya diri dalam
kegiatan pementasan mini pada finalisasi kegiatan.
Pelaksanaan kegiatan PKM diharapakan dapat memberikan
pemasukan bagi guru, santri, kepala sekolah, dan pemerintah terkait hambatan
dalam kepercayaan diri siswa dalam kegiatan pembelajaran Public Speaking
yang bisa diatasi dengan tepat. Dalam memberikan motivasi dan pembelajaran
tepat untuk mendorong kepercayaan diri santri. Selain itu, para santri dapat
mengembangkan dan memahami materi pembelajaran dengan penuh kepercayaan diri
dan dapat mengutarakan vokalisasi mereka dengan lantang.
Akhirnya, dalam pelaksanaan ini peserta santri dapat menggunakan teknik pembelajaran Phonetic Clarity dan Vocal Projection untuk melatih vokal mereka setelah tim PKM ajarkan dan digunakan di kegiatan sehari-hari. Kegiatan ini diharapakan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan artikulasi vokal dan kepercayaan diri santriwati dalam berdakwah dan berbicara di depan umum.

