Impementasi Kerjasama UNPAM dengan DISPORA TANGSEL: Dosen UNPAM Diundang Jadi Narasumber di kegiatan Pembekalan Calon Peserta Seleksi PPAN dan JPI tingkat Kota Tangerang Selatan

Tangerang – Salah satu wujud dari implementasi kerjasama antara Unpam dan DISPORA Tangsel adalah dengan menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan dosen dalam memenuhi undangan praktisi sebagai dosen tamu atau narasumber. Salah satu dosen Unpam dari Fakultas Sastra Program Studi Sastra Inggris diundang oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) kota Tangerang Selatan untuk menjadi narasumber pada kegiatan pembekalan calon peserta seleksi  Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) dan Jambore Pemuda Indonesia (JPI) tingkat Kota Tangerang Selatan.

Pada kesempatan pembekalan ini, ibu Eka Margianti memberikan materi tentang Public Speaking yang meliputi area apa itu public speaking, bagaimana meningkatkan percaya diri dalam berbicara didepan umum serta mengatasi kegugupan pada saat berbicara. Tentu hal penting dari materi yang disampaikan yaitu tentang penggunaan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi dan presentasi.

Isi materi disampaikan menggunakan dua Bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, agar peserta yang belum menguasai Bahasa Inggris secara baik dapat menyerap materi secara jelas serta bisa langsung mempraktekan nya didepan peserta lainnya. Kegiatan pembekalan Public Speaking diawali dengan pemaparan materi tentang definisi Public Speaking beserta tips-tips mengatasi gugup dan meningkatkan percaya diri. Pada akhir sesi, bu Eka memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan praktek berbicara.

Kegiatan pembekalan ini diikuti oleh 5 peserta untuk PPAN dan 6 peserta untuk JPI dari berbagai instansi di kota Tangsel. Sementara itu untuk ke 5 peserta PPAN tersebut akan langsung mengikuti seleksi di tingkat Provinsi mewakili Kota Tangsel. Sekitar 4 kabupaten dan 4 kota yang berada di wilayah Provinsi Banten masing-masing mengirimkan utusannya sebanyak 5 peserta. Dari 5 peserta perwakilan Tangsel ini, 2 diantaranya adalah mahasiswa didik dari Prodi Sastra Inggris yaitu Muhamad Miguel Adrian Pasha dan Farah Rahmadiani F.

Sekilas mengenai Program PPAN dan JPI

Pertukaran Pemuda Antar Negara atau disingkat PPAN merupakan program tahunan hasil kerjasama antara Pemerintah Republik Indonesia dengan negara-negara sahabat dan telah diadakan sejak tahun 1973. Dalam program PPAN ini para pemuda berkesempatan mengikuti kegiatan pertukaran ke beberapa negara sahabat seperti Australia, Jepang, Korea, China, Malaysia, Singapura, atau negara-negara ASEAN lainnya. Ada banyak hal yang akan didapatkan dari kegiatan yang diselenggarakan oleh Kemenpora RI diantaranya mengembangkan generasi muda Indonesia untuk memperluas pengetahuan dan wawasan mereka yang sekaligus untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global di masa depan.

Pada penyelenggaraan PPAN tingkat provinsi Banten setiap tahunnya, kegiatan ini di kelola oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) dari masing-masing kabupaten dan kota madya yang ada di Provinsi Banten, bekerja sama dengan mitra utama nya yaitu PCMI – Purna Caraka Muda Indonesia. Sementara itu, tujuan diadakannya kegiatan ini selain untuk mempererat persahabatan dan kerja sama Pemuda Indonesia dengan Pemuda dari negara tujuan,  juga membantu meningkatkan rasa saling pengertian diantara masyarakat khususnya generasi muda dengan negara tujuan.

Menciptakan kader-kader pemimpin bangsa yang berwawasan internasional, memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk lebih mengenal adat-istiadat, kesenian, dan budaya di negara tujuan, tukar-menukar pengalaman serta melakukan kegiatan bersama di negara lain yang akan menimbulkan saling pengertian, penghormatan dan toleransi di kalangan generasi muda serta generasi muda diharapkan mampu menciptakan jaringan informasi, komunikasi dan bisnis adalah hal-hal penting yang yang menjadi tujuan diadakannya kegiatan tersebut.

Sementara itu program JPI atau Jambore Pemuda Indonesia juga diselenggarakan oleh DISPORA yang bertujuan untuk meningkatkan Kemandirian dan Menjauhkan Pemuda dari perilaku yang destruktif, serta untuk meningkatkan kreatifitas & sekaligus membuka wawasan baik ditingkat daerah, maupun nasional.

(EMS)