Mengubah Misunderstanding (Kesalahpahaman) dalam Berbahasa Inggris Melalui Kolom Misunderstanding (Sebuah Konsep Pembelajaran Virtual Melalui Pendekatan American English)

Prodi Sastra Inggris melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat meskipun dalam keadaan pandemi Covid-19.

Para Dosen Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Pamulang (UNPAM) yang terdiri dari Kholil Azis S.S., M.Pd., Sunardi SPd. M.Pd., Yan Ardian S.S., M.Pd., dan Umi Hani S.S., M.Pd., serta melibatkan beberapa mahasiswa mengadakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) secara daring kepada para santri sekolah Pondok Modern Al-Ghozali, Desa Curug, Kec. Gunung Sindur, Sabtu (26/12)

Kegiatan PKM yang diketuai oleh Kholil Azis ini mengambil judul Mengubah Misunderstanding (Kesalahpahaman) Dalam Berbahasa Inggris Melalui Kolom Misunderstanding (Sebuah Konsep Pembelajaran Virtual Melaui Pendekatan American English). Ia menyebutkan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model dan peran nyata dalam pengamalan ilmu yang dimiliki guna meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dalam mendukung kebutuhan hidup masyarakat khususnya siswa – siswi di lingkungan sekolah Pondok Modern Al-Ghozali.

Ketua PKM Online, Kholil Azis juga menyampaikan bahwa PKM mengambil tema Misunderstanding, yaitu teknik mempelajari Bahasa Inggris melalui kolom yang disebut Misunderstanding yang diciptakan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sehingga terhindar dari kesalahpahaman dalam penggunaannya. Mengingat kondisi yang masih dalam Pandemik, maka metode yang digunakan adalah dilaksanakan secara daring, dengan menggunakan video pembelajaran. Para mahasiswa dilibatkan juga untuk membuat video pembelajaran “Teknik atau cara Mengubah  Misunderstanding atau kesalahpahaman berbahasa inggris melalui kolom Misunderstanding”.

Sunardi menyampaikan perlunya kreatifitas dari para pendidik tentang bagaimana menyajikan tehnik-tehnik dan metode pembelajaran yang menarik, termasuk didalamnya mencari cara yang efektif bagaimana cara peningkatan atau penguasaan kemampuan berbahasa agar dapat memi nimlisir kesalahpahaman dalam berbahasa inggris. Terlepas dari motivasi siswa-siswi itu sendiri, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan semangat baru terhadap sistem pembelajaran yang sudah ada dan mampu membekali para siswa dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik sehingga terhindar dari kesalahpahaman dalam penggunaanya.

Yan Ardian juga menambahkan bahwa melalui pembelajaran Kolom Misunderstanding ini yang berisi pengetahuan tentang bagaimana penggunaan kata, frase dan hal lain dalam Bahasa inggris  yang sering terjadi bagi pelajar tingkat lanjutan/SMA.

Melalui pembelajaran virtual yang bertajuk Mengubah Misunderstanding (Kesalahpahaman) Dalam Berbahasa Inggris Melalui Kolom Misunderstanding (Sebuah Konsep Pembelajaran Virtual Melalui Pendekatan American English. diharapkan menjadi salah satu metode pembelajaran yang menarik dan variatif dan mampu meningkatkan kepercayaan diri para siswa dalam menggunakan bahasa inggris yang mereka miliki, tutur Umi Hani. Tim PKM memberikan contoh dalam kesalahpahaman (Misunderstanding) untuk penggunaan kata use dan wear dalam bahasa Inggris. “Kata – kata tersebut sejatinya sudah pernah dipelajari, namun sering terjadi kesalahpahaman dalam hal penggunaannya. Kita sering salah menempatkan antara use dengan wear. “I use key to open the door” dengan “do not forget to use your mask to prevent Covid-19!” adalah contoh kecil dari kesalahpahaman yang dilakukan para siswa-siswi sebelumnya dimana pemahaman kata memakai dalam bahasa Indonesia yang berbeda ketika diterjemahkan dalam bahasa Inggris’’, kata Tim PKM. Mereka juga menyampaikan bahwa kata use tidak digunakan dalam konteks benda yang menempel ditubuh, kata wear lah yang seharusnya dipakai, sehingga kalimat “do not forget to wear your mask…” adalah penjelasan tepat yang diberikan kepara siswa melalui metode ini.