PEMBUATAN BUKU SAKU BERTAJUK “BE AWESOME WITH INTEGRITY, MUTUAL COOPERATION, INDEPENDENCE, AND RELIGIOUSITY” SEBAGAI PELAKSANAAN PKM BERBASIS LUARAN PRODUK

Situasi pandemi Covid-19 tidak menghalangi dosen-dosen prodi Sastra Inggris Universitas Pamulang untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai salah satu wujud dari Tridharma Perguruan Tinggi. Dalam menghadapi kondisi tersebut, tim PkM melakukan berbagai inovasi dalam menyiasati keadaan pandemi. Kegiatan PkM yang dulunya berbasis pertemuan atau kegiatan di lapangan, kini dikombinasikan dengan kegiatan yang sifatnya daring maupun berbasis produk, dalam rangka menerapkan physical distancing sebagai upaya mencegah penularan Covid-19.

Salah satu tim PkM semester gasal 2020-2021 dari Prodi Sastra Inggris Universitas Pamulang berinisiatif untuk membuat buku saku yang ditujukan kepada Mitra PkM. Tim yang terdiri dari dosen Sastra Inggris yakni Ria Antika, S.S., M.Li; Puri Bakthawar, S.Hum., M.A., Aisyah Al-Baroroh, S.S., M.Pd., dan Prihatin Pujiastuti, S.S., M.Pd., beserta tim mahasiswa prodi Sastra Inggris Unpam, menyusun buku saku yang bertajuk Be Awesome: with Integrity, Mutual Cooperation, Independence, and Religiousity. Buku saku ini ditujukan kepada siswa-siswi di Taman Bacaan Kolong (TBM Kolong) Ciputat, yang berlokasi tidak jauh dari kampus Universitas Pamulang.

Ketua tim PkM, Ria Antika, S.S., M.Li., menyatakan bahwa pemilihan tema buku saku disesuaikan dengan konsep pembangunan karakter untuk siswa-siswi sekolah, terutama kelompok usia SMP yang merupakan target spesifik dari buku saku yang disusun. “Dalam menghadapi tantangan zaman di era digital, penting untuk membekali anak-anak maupun remaja dengan pembangunan karakter. Jika generasi muda memiliki karakter yang kuat, niscaya mereka tidak akan mudah terombang-ambing oleh banjir informasi yang beredar di dunia digital,” ujar Ria.

Setelah melalui diskusi dan tukar pikiran, tim PkM merumuskan adanya empat nilai penting yang perlu dimiliki generasi muda dalam menghadapi era digital ini. Empat nilai tersebut adalah: integritas, kerja sama, kemandirian, dan relijiusitas. Nilai integritas berhubungan dengan kejujuran dan sikap anti-korupsi. Nilai kerja sama mencerminkan sikap gotong royong bangsa Indonesia. Nilai kemandirian mengajarkan generasi muda agar tumbuh menjadi individu yang tangguh. Terakhir, nilai relijiusitas diperlukan agar generasi muda tetap menjaga jatidiri bangsa Indonesia yang berketuhanan.

Tema kegiatan PkM pun disusun dengan judul “Penguatan Etika Pergaulan Remaja Melalui Karya Fiksi Naratif Di Kalangan Siswa-Siswi Tbm Kolong Ciputat”, yang berbasis pada luaran produk berupa buku saku dengan tajuk di atas. Secara konseptual, penanaman nilai pembangunan karakter tersebut dilakukan melalui kegiatan literasi berupa aktivitas membaca karya fiksi naratif. Tim dosen dan mahasiswa berkolaborasi dalam menulis buku saku yang berisikan deskripsi materi, cerita pendek yang mencerminkan nilai pembangunan karakter, serta latihan-latihan yang dapat dikerjakan oleh siswa-siswi TBM Kolong. 

Lebih lanjut, Ria menuturkan harapannya atas kegiatan PkM kali ini. “Dengan banyak membaca karya fiksi, diharapkan kemampuan imajinasi dan kreativitas generasi muda menjadi lebih terasah. Mereka pun dapat mengambil nilai-nilai moral dari sebuah cerita fiksi, yang dapat mereka praktikkan dalam kesehariannya. Semoga kegiatan PkM yang dilaksanakan melalui pembuatan buku saku dapat bermanfaat bagi Mitra PkM yang telah ditunjuk, yakni siswa-siswi TBM Kolong Ciputat terutama kelompok usia SMP,” pungkasnya.