PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RPS BERBASIS KKNI UNTUK DOSEN-DOSEN SASTRA INGGRIS UNPAM

Perkembangan berbagai kebijakan tentang pendidikan tinggi memaksa setiap perguruan tinggi (negeri maupun swasta) untuk terus berbenah. Pembenahan di semua lini beetujuan untuk meningkatkan kualitas lulusannya. Diberlakukannya Perpress 8/2012 tentang KKNI dan Permenrisekdikti No. 44/2015 tentang KKNI menuntut setiap program studi untuk melakukan rekonstruksi kurikulum dan mata kuliah. RPS sebagai perencanaan pembelajaran wajib untuk direkonstruksi supaya bisa sejalan dengan KKNI dan SN-DIKTI. Kegiatan pelatihan yang bertemakan “Rethinking Our Syllabus”ini bertujuan untuk meningkatan kompetensi dosen dalam menyusun RPS dan dan mendampingi mereka dalam menyusun dokumen tersebut.

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang dosen pengembang dengan melibatkan 50 orang dosen yang dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan rumpun mata kuliah atau bidang keahlian (Literature, Linguistics, Applied Linguistics+Skill) dan didistribusikan menjadi tiga hari pelatihan, yaitu dari hari Rabu sampai Jumat (04-12-2020). Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk Pelatihan dan Pendampingan selama 6 jam dari jam 09.00 – 15.00.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Sastra menyampaikan bahwa animo dan kepercayaan  masyarakat untuk kuliah di Unpam sangat tinggi sehingga semua civitas akademika di Unpam, terutama di Fakultas Sastra diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan kepada mahasiswa sebaik mungkin. “Karena itu, dengan banyaknya mahasiswa yang ingin belajar di kampus kita, selayaknya kita syukuri dengan membenahi cara kita mengajar dan melayani mahasiswa. Itu semua bermula dari hal yang paling mendasar namun sangat penting dilakukan yaitu merevisi RPS,” papar Dekan.

Sementara itu, Tryana, S.S., M.A., selaku ketua prodi Sastra Inggris menyampaikan perlunya pembuatan modul yang dirumuskan dari RPS yang sudah disusun. Pembuatan modul dapat menambah kum seorang dosen dan dapat membantu meningkatkan jabatan fungsional dosen. Selain itu, Prihatin Puji Astuti, S.S., M.Pd., selaku Ketua Panitia juga menambahkan bahwa dalam menjalankan dharma pendidikan dalam Tridharma Perguruan Tinggi, dosen bertugas sebagai perencana, pelaksana, dan penilai keberhasilan pembelajaran. “Dengan demikian, untuk dapat menjalankan dharma pendidikan secara professional, dosen dituntut untuk memiliki kompetensi dalam (1) merencanakan pembelajaran yang mendidik, (2) melaksanakan pembelajaran pembelajaran berkualitas, dan (3) menilai, mengevaluasi dan melakukan tindak lanjut pembelajaran berbasis pada prinsip-prinsip penilaian di perguruan tinggi”, jelas Puji.

Muhammad Fajar Mediyawan, S.Pd., M.Tesol dalam pemaparan materi pelatihan menyampaikan bahwa RPS paling tidak memuat: (1) Identitas Mata Kuliah, yang terdiri dari nama program studi, nama dan kode mata kuliah, semester, sks, nama dosen pengampu; (2) Capaian Pembelajaran/Learning Outcomes, yaitu capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah; (3) Kemampuan Akhir/Learning Objectives, yaitu kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan; (4) Bahan Kajian/Materi Pokok, yaitu bahan kajian yang terkait dengan kemampuan akhir yang akan dicapai; (5) Metode Pembelajaran, yaitu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran; (6) Alokasi Waktu, yaitu waktu yang diperlukan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap pembelajaran; (7) Pengalaman Belajar, yaitu pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester; (8) Penilaian, terkait dengan kriteria, indikator, dan bobot penilaian; dan (9) Daftar Bacaan, yaitu daftar referensi yang digunakan dalam proses pembelajaran.

“Untuk dapat merencanakan pembelajaran yang mendidik seorang dosen dituntut memiliki kemampuan merumuskan berbagai komponen dalam perencannan, antara lain merumuskan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), melakukan analisis pembelajaran untuk menentukan rumusan Kemampuan Akhir (KA), menganalisis KA menjadi sejumlah Indikator, merumuskan materi pokok dan submateri pokok dari KA dan Indikator, menentukan metode yang tepat untuk mencapai tujuan yang dicanangkan, dan menentukan teknik dan instrument penilaian yang mampu mengukur pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dicapai mahasiswa”, jelas Fajar.