UNDERSTANDING AND PRACTICING CHUNKING AND PAUSING TO DEVELOP SPEECH FLUENCY

Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksankan pada tanggal 20 Maret 2020 sebagai salah satu wujud nyata peran dosen dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini beranggotakan lima dosen Sastra Inggris yang di ketuai oleh Purwanti Taman S.S., M.Pd, bersama empat dosen lain dari Program studi yang sama yaitu: Sukma Septian Nasution, M.Pd, Tito Dimas Atmawijaya, S.Pd., M.Hum , Ruisah, S.S., M.I.Kom, dan Anita Kusumawati, S.Pd., M.Ed, berserta beberapa mahasiswa semester akhir.

 

Menyadari pentingnya akan kebutuhan dalam meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa tidak hanya di sekolah umum terapi juga di pesantren, para dosen tergerak untuk membantu meningkatkan kemampuan para santri melalui kegiatan yang bersifat praktis, Seperti berpidato dalam bahasa Inggris yang telah disesuaikan dengan program yang ada di pesantren tersebut. Para santri yang termasuk generasi milenial, tentunya memiliki lebih banyak kesempatan dan juga tantangan untuk meguasai cara berkomunikasi dan berorasi dalam bahasa Inggris, apalagi dengan perkembangan fasilitas berbasis elektronik dewasa ini.

 

Seperti yang disampaikan oleh ketua Pengabdian Kepada Masyarakat, Ibu Purwanti Taman, dalam pembukaan acara yang menyampaikan bahwa, “kemampuan menyampaikan gagasan atau tampil di depan umum merupakan keahlian yang harus menjadi target pembelajaran atau karakter yang harus dibangun agar tercipta generasi yang gemilang”. Walaupun pada kenyataannya, tidak sedikit ditemukan dalam kegiatan pembelajaran, di kelas maupun di luar kelas, masih ada pelajar yang cenderung tidak berani atau malu untuk tampil di depan. Tentunya hal ini dapat disebabkan tingkat rasa percaya diri yang dimiliki, dengan alasan yang beragam seperti rasa takut, cemas, ataupun malu, yang dapat membuat seseorang enggan untuk tampil berbicara di depan.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 50 santriwan dan santriwati setingkat usia sekolah dasar sampai menengah atas dan diharapkan bisa membantu menambah keterampilan siswa dalam menyampaikan pidatonya yang berbahasa Inggris secara baik dan benar. Dengan demikian, siswa bisa lebih siap dalam kegiatan-kegiatan seperti lomba pidato bahasa Inggris. Pembekalan yang diberikan oleh para dosen untuk para santri seperti penambahan kosa kata baru dan  kefasihan dalam pengucapan diharapkan mempu menambah rasa percaya diri mereka dalam berkomunikasi khususnya dalam bahasa Inggris.

 

Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana para santri bisa mendapat motivasi dalam melakukan kegiatan  pidato tersebut sehingga dapat menghilangkan rasa ragu, malu, cemas, serta meningkatkan keterampilan berbicara dan menyampaikan pendapat di depan umum dengan cara yang rilex, aman dan nyaman. Motivasi ini diharapkan dapat menunjang berlangsungnya kehidupan mereka secara umum, seperti dalam menciptakan semangat belajar, yang nantinya berimbas kepada karir atau pekerjaan mereka, ataupun dalam kehidupan sosial.

Antusiasme para santriwan dan santriwati dalam mengikuti acara pelatihan yang bercampur dengan rasa malu-malu ini sungguh menarik perhatian para dosen. Setelah mendapatkan suasana yang nyaman, para dosen mulai mengajarkan cara berpidato yang lancar, efektif dan menarik. Para siswa dapat dilatih berbagai teknik dalam speech, seperti chunking dan pausing, yang merupakan fokus dari pengabdian kali ini.  Melalui serangkaian kegiatan kreatif para dosen berharap bisa membantu para santri untuk berbicara dengan lancar dan tidak terbata-bata, serta bisa menggunakan intonasi yang teratur dalam menyampaikan orasinya di depan kelas dan akhirnya bisa menambah rasa percaya diri mereka.

Kegiatan ini diakhiri dengan acara lomba pidato yang diharapkan bisa lebih memantapkan semangat dan percaya diri para santri, dan juga memberi motivasi mereka untuk menang dalam kompetisi internal tersebut. Semangat dan keinginan untuk memenangkan lomba pidato ini rupanya mampu membuat mereka lupa dengan rasa malu dan tidak berani tampil ketika di awal acara. Dengan beberapa hadiah sederhana yang disiapkan oleh dosen, para santri bersemangat untuk mengikuti perlombaan tersebut.

Secara umum para dosen berharap bahwa manfaat Pengabdian Kepada Masyarakat ini bisa dirasakan oleh tidak hanya para santri, tetapi juga oleh para guru di pesantren tersebut, dan juga masyarakat sekitar pesantren. Dengan berkembangnya wawasan peserta didik dalam kompetisi pidato bahasa Inggris, diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap terhadap  masyarakat sekitar.