A SOCIOCOGNITIVE APPROACH THROUGH STORYTELLING FOR ENHANCING READING SKILLS

Sastra Inggris UNPAM.ac.id. Tangerang Selatan- Di tengah suasana Pandemi Covid-19 yang semakin berdampak besar pada berbagai sektor termasuk pendidikan, membuat seluruh jenjang pendidikan dipaksa bertransformasi secara drastis untuk melakukan pembelajaran dari rumah melalui media daring (online). Namun hal ini tidak menyurutkan niat dari para dosen Sastra Inggris Unpam untuk tetap berkontribusi dalam memajukan potensi masyarakat terutama dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, selain merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengabdian Kepada Masyarakat yang diketuai oleh Eka Margianti Sagimin S.S, M.Pd, yang beranggotakan Annas Surdyanto, S.Pd., M.Pd. Prihatin Pujiastuti, S.S., M.Pd. Ria Antika, S.S., M.Li. Dan Agung Arafat Saputra, S.Pd.,M.H. telah sukses memanfaatkan teknologi sebagai alternative pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema “A Sociocognitive Approach through Storytelling for Enhancing Reading Skills” at Jampang English Village, Zona Madina – Parung Bogor (Pendekatan sosiokognitif melalui storytelling untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa). Para murid yang tergabung dalam Zona Madina ini diantaranya berasal dari daerah sekitar perkampungan yang terdiri dari anak-anak usia sekolah TK, SD, dan SMP. Namun masih dirasa perlu untuk membekali mereka dengan bacaan berbahasa Inggris yang menarik dan dikemas dengan penyampaian yang apik agar anak didik tidak merasa jenuh dan bosan dalam belajar bahasa Inggris.

Menurut Eka Margianti Sagimin S.S, M.Pd,  (ketua PkM Online) pengajaran Bahasa Inggris dengan pendekatan sosiokognitif melalui storytelling dan menggunakan media puppet, dapat menciptakan suasana belajar menjadi sangat menarik dan menyenangkan.Tidak hanya itu, Annas Surdyanto, S.Pd., M.Pd menambahkan keunggulan media tersebut juga dapat membantu peserta didik menambah perbendaharaan kosakata baru. Hal ini diperkuat juga dengan pernyaatan dari Prihatin Pujiastuti, S.S., M.Pd. tanpa mereka sadari (peserta didik) ketika menikmati cerita melalui media puppet mereka juga sudah meningkatkan kemampuan membaca dalam Bahasa Inggris.

Selain dapat mengasah kemampuan berbicara dan mendengarkan dalam Bahasa Inggris, Ria Antika, S.S., M.Li.  juga mengemukakan bahwa dengan storytelling dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan Bahasa Inggris. Namun, Agung Arafat Saputra, S.Pd.,M.H menyarankan agar pemilihan cerita menjadi faktor yang harus diperhatikan, setidaknya sebuah cerita dalam pembelajaran harus mengandung pesan moral agar dipraktikan pada kehidupan mereka sehari-hari sehingga dorongan belajar mereka terus berkembang karena kisah-kisah cerita tersebut bisa dijadikan motivasi untuk selalu berbuat baik. Dengan kata lain Storytelling bisa menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengembangkan aspek-aspek kognitif (pengetahuan), afektif (perasaan), sosial, dan aspek konatif (penghayatan) anak.

Dari gagasan-gagasan tersebut, sehingga lahirlah inisiatif cerdas dari para mahasiswa Sasing Unpam yang terdiri dari, Gianka Ajeng Pricillha, Oktiviani Herawati, Ayu Widyastari, Fauzyanti Nadifah Nita Yuliana, Kristina Damayanti, Pertiwi Dalilah Ismah, Putri Angelia Indriani, Siti Dwi Kusmiyanti, dan Dea Indah Dwi Pramesti, untuk bekerja sama membuat gambar yang sesuai dengan tema cerita yang akan dipaparkan. Gambar dibuat dengan mengunakan kertas karton, kerta warna, sepidol warna, dan lem. Setelah itu gambar dicetak dengan kardus agar kokoh. Lalu, gagang balon ditempel menggunakan selotip. Untuk pembuatan video, maka dibuatlah beberapa kertas yang berbeda warnanya utuk bisa mengubah-ngubah warna background. Kertas warna yang menjadi background kemudian ditempel di belakang puppet. Ketika proses recording, maka dilakukan pembagian tugas. Satu orang menjadi dalang, satu orang merekam video, dan satu orang yang menyalakan suara yg telah didubbing.

Untuk mengedit kedua cerita tersebut dipakai aplikasi inshot. Dimulai dari input suara (sound record) puppetnya perhalaman satu persatu. Setelah semua video punya sound yang bagus dan pas sesuai halamannya, dilanjutkan proses pembuatan subtitle input sound sesuai halaman yang memakan waktu 2 jam. Kemudian subtitle juga diketik manual sesuai dengan sound record puppet itu sendiri. Pembuatan subtitle ini menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam. Setelah semua video sudah ada sound yang bagus dan subtitle yang sesuai baru semua videonya digabung jadi satu. Video ini menampilkan dua buah kisah atau cerita yang berjudul TYRONE THE HORRIBLE and THE BERENSTAIN FORGET THEIR MANNERS. Hasilnya suasana belajar menjadi sangat menarik dan menyenangkan. Karena sejak awal kami semua yakin, dari suasana pembelajaran yang menyenangkan akan menghasilkan pendidikan terbaik.